Misteri Zamanku

Misteri Zamanku, ajang diskusi tentang berbagai topik yang berkaitan dengan sejarah, budaya tradisi, spiritual, iptek, kisah-kisah misteri dan topik hangat lainnya. Misteri di masa lalu, masa kini, dan di masa depan. Mari kita kuak selubung misteri kehidupan di Bumi bersama-sama.

5 Maret 2011

Pertempuran Karbala: Sunni vs Syiah

Posisi pasukan Husain dikepung oleh pasukan Umar bin Sa'ad

Sesama umat Islam saling berperang. Salah satunya terjadi dalam "Pertempuran Karbala" pada 9-10 Oktober 680 di Karbala (kini wilayah Irak). Pertempuran terjadi antara pendukung dan keluarga dari cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali (Iman Husain) dengan pasukan militer yang dikirim oleh Yazid bin Muawiyah, Khalifah Bani Umayyah saat itu. Husain, cucu Nabi Muhammad, beribu Fatimah az-Zahra dan berayah Ali bin Abi Thalib. Husain merupakan Imam ketiga bagi kebanyakan sekte Syi'ah, dan Imam kedua bagi yang lain.

Pihak Husain terdiri dari anggota-anggota terhormat keluarga dekat Muhammad, sekitar 128 orang. Husain dan beberapa anggota juga diikuti oleh beberapa wanita dan anak-anak dari keluarganya. Di pihak lain, pasukan bersenjata Yazid yang dipimpin oleh Umar bin Sa'ad berjumlah 4.000-10.000. Husein dan pengikutnya dihabisi dalam pertempuran yang tidak seimbang tersebut. Perayaan kematiannya disebut sebagai Hari Asyura dan pada hari itu kaum muslim Syi'ah bersedih.

Kisah awalnya karena nafsu besar Yazid ingin bertakhta sebagai khalifah. Itu karena ulah ayahnya. Sebelum meninggal, Muawiyah bin Abu Sufyan berwasiat bahwa kekhalifahan berikutnya akan dipegang oleh anaknya, Yazid bin Mu'awiyah. Hal ini telah melanggar perjanjian Mu'awiyah dengan Imam Hasan bin Ali, kakak dari Imam Husain. Selain itu, dalam wasiatnya kepada Yazid, Mu'awiyah juga menyebutkan, bahwa kelak akan ada yang menolak atau tidak membai'atnya. Lantas, setelah Muawiyah meninggal, Yazid memerintahkan Walid bin Utbah, Gubernur Madinah, untuk meminta bai'atnya Imam Husain kepada Yazid. Tentu saja hal in ditolak, dengan kata-katanya yang terkenal: "orang-orang sepertiku tidak akan pernah membaiat orang-orang seperti dia (Yazid)".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar